• Praesent sapien velit


    June 10, 2012
  • Aenean velit risus, venenatis sed pellentesque ege


    June 9, 2012
  • Phasellus justo quam, commodo sit amet pharetra


    June 9, 2012
  • Cras ullamcorper imperdiet sapien semper ultrices


    June 9, 2012
  • Suspendisse pellentesque, enim id consequat luctus


    June 9, 2012
  • Aenean odio diam, hendrerit in rutrum quis, sollicitudin eu magna


    June 9, 2012
  • Nunc imperdiet libero faucibus massa


    June 9, 2012
  • Test layout


    June 9, 2012
  • In tincidunt sagittis enim


    June 9, 2012
  • Hello world!


    June 9, 2012

Tuesday, 24 November 2015

Antusias, Masisir Padati Acara Bedah Desertasi DR. Mahmudi Muhson



Luar biasa, kata itulah yang tepat untuk menggambarkan acara bedah disertasi Dr Mahmudi Muhson yang berjudul “mentakhrij fatawa maushiliyah karya alizz ibn abdissalam menggunakan perspektif ushul fikih’’. Para peserta sangat antusias untuk mengukuti acara tersebut, itu terbukti dengan dipadatinya Griya Jawa Tengah, tempat diadakannya acara oleh ratusan peserta yang kebanyakan hadir sebelum acara dimulai. Antusias para peserta dalam mengikuti acara ini tentu saja bukan tanpa alasan, selain karena diisi oleh para pakar Masisir, sosok ulama besar, al-Izz bin Abdus Salam yang menjadi topik utama dalam acara tersebut juga menjadi magnet tersendiri bagi para peserta yang ingin mengenal beliau lebih dekat. Acara ini dilaksanakan atas kerjasama dari beberapa organisasi diantaranya adalah Pcinu Mesir, Sema Fsi, Montada dan Fas Mesir.
Dengan dimoderatori oleh saudara Nurul Ahsan ( ketua Pcinu Mesir ), Tepat pukul 16:30 CLT, acara dimulai, setelah sebelumnya dibuka dengan sambutan- sambutan dari perwakilan KBRI, PPMI Mesir dan ketua panitia acara dan kemudian berlanjut pada acara inti  “bedah disertasi’’. Moderator memulai dengan menyampaikan beberapa hal terkait dengan profil sultan ulama al-Izz Ibn Abd Salam. Selepas itu kesempatan diberikan kepada Dr Mahmudi Muhson untuk menyampaikan perihal disertasi yang telah dibuatnya. Dr Mahmudi Muhson kemudian menceritakan dari pemilihan judul awal disertasinya. Dengan proses yang sebegitu rumitnya termasuk juga ta’dil judul, akhirnya  judul yang beliau ajukan dapat diterima oleh pihak Azhar dengan menempuh waktu selama kurang lebih satu tahun. Selain karena prosedur yang sukar, beliau juga menyampaikan bahwa pemberian judul itu berasal dari Ust Aep Saepullah. Beliau merasakan sedikit kerumitan lantaran belum mengetahui secara mendalam tokoh sultan ulama tersebut. sebenarnya tidaklah sulit untuk menulis disertasi ini bagi yang mau bersungguh- sungguh meskipun harus ada kerikil- kerikil yang kadang membuat rasa sakit untuk dilewatinya’’ terang pria asal Kudus ini memotivasi para peserta yang mayoritas mahasiswa tersebut. Selain itu Dr Mahmudi Muhson juga mengulas bagaimana biografi al-Iizz ibn Abd Salam. Beliau mengisahkan bahwa dulunya syeh al-Izz ibn Abd salam adalah orang fakir yang tidak mampu namun dapat menjadi orang besar karena kecintaanya terhadap ilmu. sebenarnya disertasi ini masih belum apa-apa, hanya assalamualaikum saja. Ini adalah bidayatul haq sebagai permulaan, belum merambah ke isi apalagi penutupnya’’ tutupnya mengakhiri.
Moderator kemudian memberikan waktunya kepada Ust Aep Saepullah sebagai pembedah disertasi malam itu. Tak berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Dr Mahmudi Muhson, Ust Aep juga menjabarkan perjalanan hidup sulton ulama secara lebih detail. Mulai dari tanggal lahir, wafat dan ulama’ yang sezaman dengan sultan ulama al-Izz Ibn Abd Salam.  Beliau juga menegaskan kembali bahwa Mesir ini adalah negara yang barokah karena didalamnya terdapat banyak ulama yang sangat mempengaruhi kemajuan umat islam di zamanya, termasuk diantaranya adalah Syeh al-Izz ibn Abd salam.
Sedangkan Ust Mahkamah, sebagai pembanding pada acara tersebut,  beliau lebih mengetengahkan tema fatwa. Beliau mengulas secara rinci bagaimana mengenai fatwa itu sendiri. Mulai dari tingkatan-tingkatan yang harus dilalui untuk menelurkan sebuah fatwa hingga fase- fase yang harus ditempuh oleh seorang mufti meliputi qiroah nushus, idrak alwaqi’ dan tanzil qiroah ala waqi’. Fase nomer tiga itulah yang biasanya paling sulit dilewati oleh para mufti,” jelas beliau.
Acara pada hari itu diakhiri dengan diberinya kesempatan bertanya kepada para hadirin. Kurang lebih ada sekitar tujuh pertanyaan yang dilontarkan kepada pemateri meliputi definisi dan metode takhrij, fatwa fenomenal milik Syeh al-Izz ibn Abdissalam, bagaimana metode mengeluarkan fatwa , tanqih, hingga pertanyaan menggelitik tentang status jomblo yang masih disandang beliau, Dr Mahmudi Muhson. Para pemateri bergilir menjawab satu-persatu dari beberapa pertanyaan tadi. Ust Aep menjelasakan apa itu definisi takhrij beserta pembagianya. Dr Mahmudi menjawab bagaimana tingkatan-tingkatan untuk memberikan fatwa, apa itu definisi mengenai tanqihul manat dalam suatu madzhab, hingga pertanyaan mengenai seseorang yang lebih mengutamakan ilmu daripada ibadah nikah. “untuk masalah jomblo itu layaknya seperti bumbu makanan. Jadi terserah kokinya ingin memakai bumbu yang mana. Ini adalah soal selera,‘’ jawab Dr Mahmudi diiringi tawa khalayak. kalau seandainya Imam ar-Romli dijuluki sebagai Imam Syafii Shogir, maka saya boleh katakan bahwa Dr Mahmudi Muhson ini adalah Syeh al-Iizz ibn Abd Salam Shoghir’’ ungkap moderator semerta menutup acara tersebut. (B.O al-Minhaj)
 

Tuesday, 17 November 2015

Senat Syariah Islamiyah Adakan Pakasi




Jumat (6/11), Senat Syariah Islamiyah mengadakan Pakasi (Peket Kederisasi Syariah Islamiyah). Acara ini diperuntukkan bagi para mahasiswa tingkat 1 Syariah Islamiyah dan anak Markaz Lugho yang akan memasuki Fakultas Syariah. Pakasi berlangsung selama dua hari, hari pertama bertempat di Aula Daha KMJ, sedangkan hari kedua diadakan di Hadiqoh Atfal, Makrom.

Dalam sambutannya, Irfan Taqwa sebagai ketua pelaksana berharap agar acara ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para peserta guna memperdalam pengetahuan tentang Fakultas Syariah yang dipaparkan oleh pembicara. Acara yang menjadi salah satu program kerja Senat Syariah Islamiyah periode 2015-2016 ini juga dihadiri oleh wakil presiden PPMI Mesir, Sofian Nainggolan.  

Pakasi ini dihadiri oleh 67 orang peserta ikhwan dan akhwat, para peserta terlihat antusias mendengarkan penyampaian pemateri, Ustadz Ahmad Budiman Lc, Diplm. Pakasi sendiri bertujuan sebagai pengenalan Fakultas Syariah Islamiyah kepada para mahasiswa baru atau calon mahasiswa, mencakup apa saja yang dipelajari di Fakultas Syariah Islamiyah, peluang kerja yang bisa di dapat setelah tamat dari sana, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan Fakultas Syariah Islamiyah.

Berbeda dari hari pertama yang cuma mendengarkan materi dari pembicara, hari kedua berlangsung dengan suasana lebih rilek dan santai, selain karena acaranya diadakan ditempat rekreasi, Hadiqoh Atfal, di hari kedua ini para peserta juga disuguhkan dengan aneka game yang bertema syaqofah islamiyah, dengan dibimbing oleh para panitia yang terdiri dari anggota Senat Syariah Islamiyah.    


-B.O al-Minhaj

Saturday, 3 October 2015

SEMA-FSI adakan pelantikan DP baru


Sabtu (2/10) Senat Mahasiswa Indonesia Fakultas Syariah Islamiyah (SEMA-FSI) mengadakan pelantikan DP baru periode 2015-2016. Acara yang bertempat di Rumah Limas ini mengukuhkan Nawa Syarif sebagai Ketua Senat terpilih yang akan memimpin kepengurusan Senat Fakultas Syariah Islamiyah setahun kedepannya dengan dibantu oleh DP Senat yang berjumlah kurang lebih 30 orang.

            Tepat pada pukul 1:30 WK,  DP SEMA-FSI periode 2015-2016 resmi menjabat dengan dilantik langsung oleh presiden PPMI Mesir Abdul Ghafur Mahmudin. Dalam sambutannya, Presiden PPMI mengingatkan para DP yang baru dilantik agar menjalankan amanah sebaik mungkin, dalam kesempatan yang sama ia juga menaruh harapan agar kiranya DP SEMA-FSI yang baru dilantik mampu mengembalikan gaung senat di tengah-tengah masisir yang beberapa tahun belakangan dianggap mati suri. “Saya berharap teman-teman semua mampu bekerja dengan baik, tunjukkan bahwasanya senat itu ada dan berperan besar bagi masisir,” harapnya. 

        Selesai acara pelantikan, DP SEMA-FSI yang baru bergerak cepat dengan langsung mengadakan rapat kerja perdana guna merancang program kerja DP satu tahun kedepan. Nawa Syarif sebagai ketua senat terpilih menekankan agar semua DP bekerja dengan sepenuh hati, komukatif, bergerak cepat, dan menghilangkan kebiasaan terlambat agar membuahkan hasil yang maksismal. “moto kita adalah cepat mulai, cepat selesai, tidak kenal ngaret, tapi ingat, jangan cuma ingin cepat selesai, harus maksimal juga,” paparnya.

         Acara pada hari itu diakhiri dengan presentasi program kerja dari setiap Departemen. Dimulai dari Departemen Pendidikan dan Keilmuan, Departemen Kaderisasi, Departemen keputrian, dan Badan Otonom al-Minhaj. (*Pimred al-Minhaj)

Wednesday, 18 March 2015

Mari Mengenal Dosen Kita Lebih Jauh

Kairo (Al-Minhaj)- ”Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya bermutu, tetapi seorang guru bermutu dapat melahirkan ribuan orang hebat”

Sepenggal kata-kata yang bisa kita ambil hikmahnya, guru adalah satu kata yang mempunyai jutaan definisi. Benar sekali apa yang digambarkan dalam bait sebuah lagu ketika kita anak-anak “Engkau sebagai pelita dalam kegelapan. Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan. Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa”

Pada tahun ini, diantara program 'gebrakan' Senat Mahasiswa Fakultas Syariah -qism- Islamiah (Sema FSI) adalah bekerja sama dengan RumahSyariah dalam usaha :
"Mengenalkan Para Dosen Al Azhar Fakultas Syariah"
Sebagai solusi atas satu diantara problematika mahasiswa, yaitu kurang mengenal nama para dosen yang mengajar.

Dosen 1
Beliau yang bersama kami ini adalah salah satu dosen pengajar Fikih Perbandingan di Universitas Al Azhar Fak.Syariah, DR. MUHAMMAD DUWAYDAR. Hafizhohullahta’ala
Beliau mengajar tingkat 3 putra setiap hari senin, jam kedua, mengajar setengah kedua dari kitab "Al-Jinayah 'ala Al-Nafswa Ma Dunaha fi Al-Fiqh Al-Islamiy" (hal. 203 sampai akhir kitab)
Materi apa yang beliau sampaikan?
Beliau menyampaikan materi tentang permasalahan Diyat dan berbagai hal yang berhubungan dengannya, menurut berbagai madzhab.
Contoh permasalahan : 
- Apakah diyat laki-laki sama dengan diyat perempuan? 
- Apakah sama antara diyat muslim dan non muslim?
- Apakah seseorang wajib membayar diyat saat misalnya memukul perut seorang wanita hamil dan mengakibatkan si janin keluar dari perut sang ibu? Bagimana jika keluar karena sang ibu dikagetkan? Apakah yang mengagetkannya wajib membayar diyat ? Berapa nilai diyat yang harus dibayar?


Jadi, istilah tak kenal maka tak saying itu marilah kita budayakan di lingkungan kita semua agar timbul dalam diri kita rasa memiliki satu sama lain. 

Saturday, 14 March 2015

Melatih Kekompakan, DP SEMA FSI Adakan Olahraga Bersama

Kairo(Alminhaj)- Tak terasa sudah sebulan, DP SEMA FSI dilantik. Semenjak awal bulan Februari 2015, para pengurus sudah menjalankan beberapa program kerja yang telah direncanakan. Untuk mengisi ulang dan merefresh kembali semangat pengurus, DP SEMA FSI mengadakan olahraga bersama  pada hari Selasa (10/4) bertempat di Nadi Sallab. Untuk olahraga bersama perdana ini para pengurus memilih cabang olahraga volley, karena selain mudah volley juga bisa dimainkan oleh laki-laki dan perempuan berbeda dengan futsal.

Olahraga bersama ini berjalan lancar dimulai pada jam 16.00 CLT, sebelum bermain para pengurus melakukan pemanasan seperti lari mengelilimgi lapangan dan meregangkan tubuh. Kemudian setelah pemanasan pengurus dibagi menjadi dua kelompok, yang masing-masing berisi 5 pemain inti dan 2 cadangan. Kelompok pertama di beri nama “SEMA” dan kelompok dua “FSI”. Pertandingan berjalan begitu sengit, di babak pertama berhasil dimenangkan oleh tim SEMA dan babak kedua dimenangkan oleh tim FSI, karena hasilnya seri, maka babak ketiga pun dimulai, di babak ini masing-masing kelompok sangat bekerja keras akan tetapi di mana ada pertandingan di situ pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Babak ketiga dimenangkan oleh tim SEMA.Pertandingan pun berakhir pada jam 18.00 CLT.

Setelah shalat maghrib, para pengurus kembali berkumpul untuk mengadakan evaluasi. Adapun pelajaran yang bisa diambil dari olahraga bersama ini, yaitu dalam sebuah tim perlunya kekompakan, begitu juga dalam sebuah organisasi kekompakan sangatlah dibutuhkan.

Sunday, 8 March 2015

Kajian Rutin DP SEMA FSI Kembali Dilaksanakan

Kairo (Alminhaj)-Kajian rutin yang diperuntukkan bagi  Dewan Pengurus Senat FSI periode 2014-2015 kembali dimulai pada hari jumat (6/3) ba’da ashar. Dihadiri kurang lebih 15 anggota senat, para anggota sibuk mengkaji lebih dalam kitab karangan Syeikh Ali Jumah yang berjudul “annaskh ‘inda ushuliyyin”  ini. Kelompok kajian pertama yang ditugaskan untuk mempresentasikan bab I, II, dan III adalah kelompok 1  yang terdii oleh Zuhal, Abid, Dhiyaul dan Hanani. Mereka mempresentasikan pengertian nask, rukun naskh, dan hikmah naskh. Kajian rutin ini dimoderatori oleh Agung Saputro.

           Setelah selesai mempresentasikan makalah yang telah dibuat kelompok satu, para anggota dipersilahkan menyanggah, menambahi, dan menanyakan apapun yang berkaitan dengan apa yang telah kelompok satu presentasikan. Kajian yang bertempat di wisma nusantara yang dikenal jauh serta udara yang lumayan dingin tidak mengurangi antusiasme dari para anggota senat.

          Adapun alasan menjadikan buku ”annaskh ‘inda usuhulyyin” sebagai kitab kajian adalah karena kitab ini membahas dengan sangat rinci satu bab yang ada dalam ilmu ushul fiqh yaitu tentang naskh menurut Agung Saputra sebagai penanggung jawab kajian ini.

        “Mengapa kita memilih buku ”annaskh ‘inda usuhulyyin”? Agar kita bisa menguasai secara khusus tentang naskh tetapi kalau kita membahas buku ushul fiqh secara umum seperti buku al wajiz yang di karang oleh Syeikh Abdul Kariem Zaydan hasil akhirnya kita akan mendapat pemahaman secara umum tentang ushul fiqh, karena di buku Al wajiz tidak terlalu fokus pada satu bab akan tetapi  ushul secara umum” papar Agung Saputro.


       Acara kajian rutin Dewan Pengurus Senat FSI 2014-2015 ini diakhiri dengan doa bersama. Insha Allah kajian rutin akan kembali diadakan setiap hari jumat.

Thursday, 5 March 2015

SEMA FSI kembali mengadakan PAKASI yang ke 9

          Kairo (Alminhaj)- Dewan Pengurus SEMA FSI 2014-2015 kembali mengadakan acara PAKASI IX (Paket Kader Syariah Islamiyah) pada hari Ahad (1/3) yang bertujuan untuk memberikan pelatihan seputar ilmu dasar fiqih dan ushul fiqh serta pelatihan keorganisasian dan kepemimpinan untuk mahasiswa syariah islamiyah khususnya tingkat satu.

          Pada hari pertama acara PAKASI IX diisi dengan seminar pendidikan yang bertempat di aula Griya KSW. Materi pertama yang membahas Fiqh diisi oleh Ust. Ahmad Budiman, Lc. beliau menerangkan pondasi dalam fiqh dan sejarah perkembangan ilmu fiqh, kemudian para peserta diberikan makalah seputar ilmu fiqh yang disusun oleh beliau sendiri. Materi kedua yang diisi oleh Ust. Imron Hasani, Lc. dengan tema Ushul Fiqh. beliau menjelaskan perkembangan ilmu ushul fiqh dan diskusi sederhana dengan para peserta yang antusias mengikuti jalannya seminar.


          Acara seminar pendidikan ditutup dengan makan bersama dan pembagian kelompok untuk acara hari kedua.

          Setelah mengadakan seminar pendidikan di hari pertama, acara PAKASI IX dilanjutkan dengan materi outdoor yang berlokasi di Hadiqoh Dauliyah pada hari Senin (2/3). Acara yang diisi dengan games menarik berisikan materi seputar fiqh serta melatih kekompakan dan kepemimpinan para peserta.

          Acara yang diwarnai dengan antusiasme para peserta ini ditutup dengan pemilihan peserta PAKASI terbaik dan pembagian sertifikat kepada masing-masing peserta.