Kairo (Alminhaj)-Kajian rutin yang diperuntukkan bagi Dewan Pengurus Senat FSI periode 2014-2015
kembali dimulai pada hari jumat (6/3) ba’da ashar. Dihadiri kurang lebih 15
anggota senat, para anggota sibuk mengkaji lebih dalam kitab karangan Syeikh
Ali Jumah yang berjudul “annaskh ‘inda ushuliyyin” ini. Kelompok kajian pertama yang
ditugaskan untuk mempresentasikan bab I, II, dan III adalah kelompok 1 yang terdii oleh Zuhal, Abid, Dhiyaul dan
Hanani. Mereka mempresentasikan pengertian nask, rukun naskh, dan
hikmah naskh. Kajian rutin ini dimoderatori oleh Agung Saputro.
Setelah selesai mempresentasikan makalah yang telah dibuat
kelompok satu, para anggota dipersilahkan menyanggah, menambahi, dan menanyakan
apapun yang berkaitan dengan apa yang telah kelompok satu presentasikan. Kajian
yang bertempat di wisma nusantara yang dikenal jauh serta udara yang lumayan
dingin tidak mengurangi antusiasme dari para anggota senat.
Adapun alasan menjadikan buku ”annaskh ‘inda usuhulyyin”
sebagai kitab kajian adalah karena kitab ini membahas dengan sangat rinci satu
bab yang ada dalam ilmu ushul fiqh yaitu tentang naskh menurut Agung
Saputra sebagai penanggung jawab kajian ini.
“Mengapa kita memilih buku ”annaskh ‘inda usuhulyyin”?
Agar kita bisa menguasai secara khusus tentang naskh tetapi kalau kita
membahas buku ushul fiqh secara umum seperti buku al wajiz yang di
karang oleh Syeikh Abdul Kariem Zaydan hasil akhirnya kita akan mendapat
pemahaman secara umum tentang ushul fiqh, karena di buku Al wajiz tidak terlalu
fokus pada satu bab akan tetapi ushul
secara umum” papar Agung Saputro.

0 komentar:
Post a Comment